Di Bonobology, kami telah menghabiskan bertahun-tahun mengeksplorasi kompleksitas cinta dan hubungan romantis yang tak terucapkan. Salah satu tema yang berulang dalam riset dan percakapan pembaca kami adalah perselingkuhan, mengapa hal itu terjadi, betapa menyakitkannya, dan apa artinya perselingkuhan bagi hubungan modern. Artikel ini menggabungkan statistik terbaru, opini pakar, dan wawasan komunitas untuk mengungkap salah satu pertanyaan hubungan paling kontroversial sepanjang masa: Siapa yang lebih sering selingkuh—pria atau wanita? Dan yang lebih penting, apa arti sebenarnya dari jawaban itu?
Statistik Perselingkuhan: Apa yang Perlu Anda Ketahui
Daftar Isi
Memahami seberapa umum perselingkuhan dalam hubungan yang berkomitmen membutuhkan pengamatan lebih dekat terhadap tingkat perselingkuhan dari berbagai sumber. Dengan menguraikan statistik perselingkuhan lintas gender, bagian ini bertujuan untuk menjelaskan berapa banyak pria yang berselingkuh, berapa persentase wanita yang berselingkuh, dan apakah pria lebih sering berselingkuh daripada wanita. Hal ini tidak hanya untuk menentukan siapa yang bersalah, tetapi juga untuk memahami perilaku hubungan secara lebih jelas.
Kami telah menelusuri beberapa riset, studi, dan kisah nyata terbaru untuk memberikan Anda gambaran sekilas tentang seperti apa perselingkuhan saat ini. Dari angka-angka yang mengejutkan hingga wawasan emosional, berikut semua yang perlu Anda ketahui sebelum mengambil kesimpulan tentang siapa yang lebih sering selingkuh, pria atau wanita. Jujur saja, selingkuh itu menyakitkan. Entah Anda pernah mengalaminya atau hanya takut, satu pertanyaan selalu muncul di benak: siapa yang lebih sering selingkuh, pria atau wanita?
Selama beberapa dekade, stereotip tersebut menunjuk pada laki-laki. Dan meskipun ada sebagian kebenaran dalam hal itu, gambaran lengkapnya jauh lebih kompleks. Sebuah laporan tahun 2022 dari Institute for Family Studies mengungkapkan bahwa 20% pria yang sudah menikah dan 13% wanita yang sudah menikah di AS mengakui telah berselingkuh. Angka-angka ini memberi kita gambaran yang lebih jelas tentang berapa banyak pria yang berselingkuh dan berapa persen wanita yang berselingkuh, serta menunjukkan bahwa tingkat perselingkuhan tidak sepihak seperti yang kita pikirkan. Namun, kelompok usia yang lebih muda menceritakan kisah yang berbeda: di antara orang-orang di bawah 30 tahun, angkanya hampir identik. General Social Survey (GSS) secara konsisten melaporkan bahwa pria lebih cenderung berselingkuh, tetapi perbedaan tersebut semakin mengecil.
Bacaan Terkait: Kapan Para Penipu Menyadari Kesalahan Mereka? 10 Skenario
Di seluruh dunia, tren ini berlaku. Sebuah studi YouGov UK menemukan bahwa 1 dari 5 pria dan 16% wanita telah berselingkuh dalam hubungan yang berkomitmen. Di Kanada, Archives of Sexual Behavior melaporkan bahwa pria sering berselingkuh karena alasan fisik, sementara wanita lebih cenderung berselingkuh karena alasan emosional. Sebuah studi Australia dari University of Queensland melaporkan bahwa 36% orang dalam hubungan jangka panjang telah berselingkuh setidaknya sekali, memperkuat betapa umumnya perselingkuhan saat ini.
Jadi, apakah pria lebih sering selingkuh daripada wanita? Secara statistik, ya, tetapi perselingkuhan emosional, yang lebih sulit dilacak, lebih umum terjadi pada wanita. Dan pengkhianatan semacam itu? Sama menyakitkannya.
Perselingkuhan berdasarkan kelompok usia
Perselingkuhan tidak terbatas pada tahap kehidupan tertentu. Sebaliknya, pola perselingkuhan berkembang di berbagai kelompok usia, dipengaruhi oleh kematangan emosional, tekanan hidup, dan perubahan kebutuhan dalam hubungan. Orang dewasa muda mungkin terlibat dalam perselingkuhan karena impulsif atau eksplorasi, sementara kelompok usia yang lebih tua sering melaporkan perselingkuhan yang berakar pada ketidakpuasan emosional atau kebutuhan yang tidak terpenuhi dalam kemitraan jangka panjang. Data tersebut mencerminkan bagaimana motivasi dan risiko berubah seiring waktu. Tingkat perselingkuhan sangat bervariasi di berbagai kelompok usia:
- Usia 18–49: Sekitar 11% wanita dan 10% pria melaporkan telah berbuat curang
- Usia 50–59: Kelompok ini menunjukkan tingkat perselingkuhan tertinggi, dengan 28% pria dan 17% wanita mengakui perselingkuhan mereka.
- Usia 65 dan lebih tua:Perselingkuhan masih menjadi hal yang penting, dengan 18% pria dan 11% wanita melaporkan perselingkuhan
Statistik ini menyoroti bahwa perselingkuhan tidak terbatas pada usia tertentu tetapi bervariasi sepanjang tahap kehidupan yang berbeda.
Bacaan Terkait: Haruskah Anda Memaafkan Pasangan yang Selingkuh? 8 Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
Perselingkuhan berdasarkan jenis hubungan
Tidak semua hubungan beroperasi di bawah aturan yang sama dan perselingkuhan sering kali mengungkap kerentanan dalam setiap jenis hubungan. Tingkat perselingkuhan cenderung berbeda secara signifikan antara pasangan yang menikah, pasangan yang tinggal bersama, dan mereka yang berada dalam hubungan terbuka . Variasi ini menunjukkan bahwa struktur, norma komunikasi, dan batasan emosional dalam suatu hubungan sangat memengaruhi kemungkinan terjadinya pengkhianatan. Memahami bagaimana konteks memengaruhi komitmen dapat memberikan kejelasan yang lebih dalam tentang mengapa perselingkuhan terjadi—dan kepada siapa. Sifat hubungan juga memengaruhi tingkat perselingkuhan:
- Pasangan yang hidup bersama: Perselingkuhan lebih banyak terjadi di kalangan individu yang hidup bersama, dengan 20% wanita yang hidup bersama melaporkan pasangan seksual sekunder, dibandingkan dengan 4% wanita yang menikah.
- Pernikahan terbuka: Meskipun pernikahan terbuka didasarkan pada prinsip non-monogami yang disepakati bersama, pernikahan terbuka juga rentan terhadap masalah. Studi menunjukkan bahwa 80% pasangan dalam pernikahan terbuka mengalami kecemburuan terkait hubungan di luar nikah mereka, yang dapat memicu konflik dan potensi perselingkuhan di luar batas yang disepakati.
Wawasan ini menggarisbawahi kompleksitas perselingkuhan dalam berbagai struktur hubungan.
Bacaan Terkait: Apakah Pernikahan Tidak Akan Pernah Sama Lagi Setelah Perselingkuhan?
“Pacarku bersumpah dia tidak pernah menyentuhnya, tapi aku membaca pesan-pesannya. Aku tidak tahu mana yang lebih menyakitkan—kebohongan itu atau kenyataan bahwa dia mengatakan hal-hal kepada wanita itu yang tidak pernah dia ceritakan kepadaku.” — u/PrettyPenny621
Penyembuhan Setelah Perselingkuhan: Bisakah Anda Melupakan Perselingkuhan?
Melanjutkan hidup setelah perselingkuhan bisa sangat sulit, bukan hanya karena pengkhianatan itu sendiri, tetapi juga karena apa yang dibutuhkan untuk benar-benar membangun kembali apa yang telah rusak. Sebuah studi dalam Journal of Sex & Marital Therapy menemukan bahwa sekitar 60% pasangan mencoba untuk tetap bersama setelah berselingkuh. Namun, membangun kembali kepercayaan, menavigasi pengampunan, dan memutuskan apakah akan tetap bersama atau berpisah adalah perjalanan yang berbeda dari satu pasangan ke pasangan lainnya.
Psikoterapis terkenal Esther Perel mencatat, “Perselingkuhan menyakitkan, tetapi juga mengungkap apa yang tidak diucapkan atau dipenuhi dalam hubungan.” Dengan mengingat hal itu, penyembuhan jarang merupakan proses yang mudah. Berikut adalah empat rintangan emosional utama dan bagaimana pasangan dapat mengatasinya.
1. Membangun kembali kepercayaan setelah perselingkuhan
Membangun kembali kepercayaan sering disebut sebagai salah satu bagian tersulit dalam pemulihan dari perselingkuhan. Ketika tingkat perselingkuhan diteliti lebih dekat, menjadi jelas mengapa: kepercayaan adalah fondasi dari setiap hubungan, dan begitu rusak, hal itu mengancam keamanan emosional yang dibutuhkan untuk melangkah maju. Meskipun demikian, banyak pasangan berhasil tetap bersama. Statistik tentang perselingkuhan menunjukkan bahwa persentase signifikan dari hubungan yang berhasil setelah perselingkuhan terkait dengan seberapa baik kepercayaan dibangun kembali. Beberapa faktor kunci yang membantu:
- Konsistensi dan akuntabilitas harian membantu mitra merasa diperhatikan dan diyakinkan
- Komunikasi terbuka, bahkan ketika tidak nyaman, sangat penting untuk memulihkan keintiman emosional
- Transparansi sukarela, seperti berbagi akses digital, menandakan kejujuran
- Memenuhi komitmen, baik kecil maupun besar, membuktikan keandalan dari waktu ke waktu
“Setiap hari dia menghubungi—tanpa berbohong, tanpa menghindar. Itulah mengapa aku tahu dia serius ingin mendapatkan aku kembali.” — r/BreakUps
1. Menetapkan batasan yang sebelumnya tidak ada
Perselingkuhan sering kali menunjukkan kurangnya kejelasan mengenai batasan pribadi dan hubungan . Mengingat betapa umumnya perselingkuhan terjadi dalam berbagai situasi hubungan, tahap ini menjadi penting dalam menentukan apa yang membuat kedua pasangan merasa nyaman ke depannya. Menetapkan batasan emosional, digital, dan sosial yang tegas menjadi langkah struktural dalam membangun kembali kepercayaan. Contohnya meliputi,
- Batasan kontak dengan individu tertentu, terutama jika pengkhianatan melibatkan orang tertentu
- Transparansi pada platform digital, tempat kecurigaan sering muncul
- Kesepakatan seputar waktu dan ketersediaan emosional yang memperkuat keamanan
- Ruang untuk memproses kesedihan tanpa terburu-buru mengambil keputusan yang salah
Batasan-batasan ini bekerja paling baik jika diciptakan bersama, bukan ditegakkan secara sepihak.
2. Apakah memaafkan sama dengan rekonsiliasi?
Akibat tingginya angka perselingkuhan, banyak orang menyamakan memaafkan dengan rekonsiliasi. Padahal, keduanya sangat berbeda. Memaafkan adalah proses internal. Proses yang membantu pasangan yang dikhianati melepaskan amarah, dendam, dan rasa sakit. Di sisi lain, rekonsiliasi mengharuskan kedua pasangan untuk secara aktif membangun kembali hubungan mereka. Ini adalah komitmen bersama untuk mengatasi kerusakan yang ditimbulkan.
Perbedaan penting:
- Seorang pasangan mungkin memaafkan tanpa pernah melanjutkan hubungan tersebut
- Rekonsiliasi memerlukan akuntabilitas, kerentanan, dan upaya aktif dari kedua belah pihak.
- Rekonsiliasi sejati tidak mungkin terjadi tanpa adanya rasa saling percaya. keamanan emosional
Tidak semua pengampunan mengarah pada rekonsiliasi, dan tidak semua rekonsiliasi itu sehat. Penting untuk membedakan antara penyembuhan pribadi dan keputusan untuk melanjutkan hubungan.
"Aku tak pernah menyangka akan jadi orang yang selingkuh. Tapi bertahun-tahun merasa diabaikan secara emosional membuatku ingin merasa diperhatikan lagi." —
r/psikologipenelitian
3. Kapan harus mencari bantuan profesional
Mengingat betapa umum perselingkuhan dan gejolak emosi yang ditimbulkannya, banyak pasangan yang membutuhkan bimbingan profesional. Terapis menawarkan struktur dan netralitas, terutama ketika pengkhianatan telah memicu pola konflik yang berkepanjangan. Di antara statistik perselingkuhan, perlu dicatat betapa banyak pasangan yang mencari terapi melaporkan kemajuan, baik dalam rekonsiliasi maupun perpisahan yang sehat.
Bacaan Terkait: Memahami Gangguan Stres Pasca Perselingkuhan – Tanda-Tanda dan Kiat Pemulihan
Terapi pasangan memberikan dukungan terstruktur dan lingkungan netral di mana kedua individu dapat mengekspresikan perasaan mereka dan mencari solusi. Terapi ini sangat membantu dalam mengklarifikasi apakah membangun kembali hubungan itu realistis atau apakah berpisah akan lebih konstruktif. Beberapa tantangan terlalu kompleks untuk diatasi tanpa dukungan. Terapis berlisensi dapat membantu pasangan:
- Menavigasi pemicu emosional
- Berkomunikasi tanpa menyalahkan
- Jelaskan apakah bertahan atau pergi adalah pilihan yang paling sehat
- Membangun kembali keintiman dan keamanan dari waktu ke waktu
Baik dihadiri secara individu maupun berpasangan, terapi menciptakan ruang terstruktur untuk mengeksplorasi kebenaran yang menyakitkan dan potensi masa depan.
“Perselingkuhan memang menyakitkan, tapi juga mengungkap apa yang tidak dikatakan atau dipenuhi dalam hubungan.”
- Ester Perel
Pertanyaan Umum Demo Slot
1. Siapa yang lebih banyak berbuat curang, pria atau wanita?
Secara keseluruhan, lebih banyak pria yang berselingkuh daripada wanita. Sekitar 20% pria, dibandingkan 13% wanita dalam pernikahan, mengakui perselingkuhan mereka. Namun, wanita yang lebih muda semakin mempersempit kesenjangan tersebut, terutama dalam hubungan yang tidak memuaskan secara emosional.
2. Seberapa umumkah perselingkuhan dalam pernikahan?
Perselingkuhan lebih umum daripada yang diperkirakan kebanyakan orang. Sekitar 1 dari 5 pria dan 1 dari 8 wanita yang sudah menikah melaporkan pernah berselingkuh di suatu titik dalam hubungan mereka. Perselingkuhan bahkan lebih umum terjadi di wilayah konflik jangka panjang yang tidak terselesaikan.
Petunjuk Penting
- 60% pasangan tetap bertahan setelah berselingkuh, tetapi bertahan hanyalah permulaan. Pemulihan sejati datang dari usaha bersama, tanggung jawab, dan keinginan bersama untuk sembuh.
- Terapi bukanlah pilihan terakhir, melainkan penyelamat. Pasangan yang mencari bantuan profesional sering kali menemukan kembali alat untuk komunikasi, empati, dan rasa aman secara emosional.
- Melepaskan bisa menjadi penyembuhan tersendiri. Tidak semua hubungan bisa bertahan dari perselingkuhan, dan itu tidak masalah. Melepaskan bisa menjadi pilihan paling berani dan sehat ketika kepercayaan tak lagi bisa dibangun.
- Memaafkan bukan berarti melupakan. Memaafkan berarti memilih kedamaian daripada hukuman, untuk diri sendiri terlebih dahulu, dan mungkin juga untuk pasangan Anda.
- Batasan menjadi tulang punggung Anda. Batasan bukan sekadar batasan, melainkan penguatan garis tegas yang membantu kedua belah pihak merasa aman secara emosional saat melangkah maju.
Final Thoughts
Pertanyaan "siapa yang lebih sering selingkuh, pria atau wanita" tidak memiliki jawaban yang cocok untuk semua orang. Ya, statistik menunjukkan pria lebih sering selingkuh—tetapi perbedaannya semakin mengecil. Lebih penting lagi, alasan di balik perselingkuhan seringkali berakar pada pengabaian emosional, kurangnya komunikasi, dan kebutuhan yang tidak terpenuhi.
Daripada hanya berfokus pada perbedaan gender, mungkin lebih bermanfaat untuk mengeksplorasi apa yang mendorong seseorang berselingkuh sejak awal. Karena ketika kita memahami alasannya, kita lebih siap untuk mencegah apa yang menyebabkannya. Baik Anda sedang memulihkan diri dari pengkhianatan atau berusaha melindungi hubungan Anda, kejujuran dan empati selalu menjadi tempat terbaik untuk memulai.
7 Tahapan Perselingkuhan Emosional: Alasan dan Tips untuk Pulih
Kontribusi Anda bukanlah sumbangan amal . Kontribusi ini akan memungkinkan Bonobology untuk terus memberikan informasi baru dan terkini dalam upaya kami membantu siapa pun di dunia untuk mempelajari cara melakukan apa pun.
Pusat
Pertanyaan Jebakan untuk Ditanyakan kepada Penipu: 40 Pertanyaan Cerdas untuk Mengungkap Kebenaran
Cara Menjebak Suami yang Selingkuh: Panduan Praktis dan Etis
19+ Aplikasi Cheat Paling Umum Digunakan di iPhone
11 Tanda Menyedihkan Dia Mencintai Wanita Sampingannya
11 Aplikasi untuk Suami Selingkuh—Tangkap Basah
Kapan Penipu Sadar Mereka Melakukan Kesalahan? 10 Skenario
5 Aplikasi Pelacak Pasangan Selingkuh Terbaik (Android & iPhone)
Cara Menangkap Penipu yang Menghapus Semuanya: 12 Trik
33 Tanda Kecurangan Mikro — Apakah Pasangan Anda Melakukannya?
7 Hal yang Disetujui Terapis untuk Dilakukan Jika Pacar Anda Selingkuh
11 Tanda Menyedihkan yang Menunjukkan Suami Merindukan Pasangan Selingkuhnya
Haruskah Anda Memaafkan Seorang Penipu? 8 Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
Bagaimana Cara Mengetahui Tunangan Anda Selingkuh? 15 Tanda yang Perlu Diwaspadai
Apakah Pernikahan Tidak Akan Sama Lagi Setelah Perselingkuhan?
13 Tanda-tanda Jarang Orang Selingkuh yang Tidak Diabaikan
15 Tanda Selingkuh Ponsel yang Mengonfirmasi Perselingkuhan
Firasat Dia Selingkuh, Tak Ada Bukti? 31 Tanda Instingmu Tepat
Cabang Monyet: Arti, Tanda, dan Cara Mengatasinya
Pesan Menyakitkan untuk Pacar yang Selingkuh: 50 Ide Brilian
Apakah Flirting Itu Selingkuh? 9 Alasan dan 7 Cara yang Dapat Merusak Hubungan Anda