Ketika saya bertanya kepada teman saya, Ash, "Apakah pria mudah jatuh cinta setelah berhubungan seks?", dia berusaha menghindari pertanyaan itu. Saya bisa mengerti bahwa dia tidak ingin dianggap sebagai seseorang yang akan terikat secara emosional setelah berhubungan seks. Terutama, ketika norma budaya hipermaskulin mengharuskan pria berperilaku seperti pemain. Ketika saya terus bertanya, dia berkata, "Saya mungkin mudah jatuh cinta dalam hubungan kasual, tetapi itu tidak pernah hanya karena seks."
Poin yang valid. Hubungan modern sudah cukup matang untuk membedakan antara seks dan cinta. Tapi apa yang terjadi ketika kamu punya perasaan dan dia tidak? Saat itulah segalanya bisa menjadi rumit, terutama jika kamu sering bertemu dengannya dan tidak tahu apakah dia punya perasaan padamu. Jadi, mari kita cari tahu apa pendapat pria tentang hubungan mereka. Kami harap ini akan memberimu kejelasan tentang perasaan seseorang yang spesial terhadapmu.
Apa yang Membuat Seorang Pria Mengembangkan Perasaan Terhadap Seorang Wanita?
Daftar Isi
Kapan cowok mulai naksir setelah berhubungan? Aku juga pernah menanyakan ini ke teman-teman lain, selain Ash. Kebanyakan jawaban mereka agak membingungkan, tapi semuanya punya satu kesamaan – penyebutan 'percikan'.
Apa sebenarnya 'percikan' ini? Mereka tidak bisa mendefinisikannya, tetapi kata-kata yang mereka gunakan untuk menggambarkannya berkisar dari "panas" hingga "asyik diajak ngobrol" dan "ingin bertemu dengannya lagi dan lagi". Hal ini menimbulkan pertanyaan, dari mana 'percikan' ini berasal, kalau bukan dari seks?
Antropolog Helen Fisher menyarankan tiga jenis sirkuit otak di balik ini:
- Nafsu dihasilkan dari hormon dan terutama berkaitan dengan kepuasan seksual
- Ketertarikan berasal dari preferensi seseorang terhadap pasangannya
- Keterikatan muncul karena kebutuhan untuk tetap bersama.
Nafsu adalah salah satu hasrat utama manusia. Nafsu membuat pria mencari pasangan yang tepat untuk kepuasan seksual. Namun terkadang, seorang pria mungkin lebih menyukai seorang wanita daripada yang lain. Itu karena penampilannya yang memukau atau kemampuannya berbicara dengan baik, dan pria itu tak pernah puas dengannya. Itulah daya tarik. Namun, nafsu dan daya tarik dapat memudar seiring waktu. Keterikatan muncul dari keinginan untuk tetap bersama demi rasa aman dan stabilitas sosial. Keterikatan inilah yang mempertahankan hubungan dari waktu ke waktu. Kolaborasi emosi-emosi ini membuat seorang pria mengembangkan perasaan terhadap seorang wanita.
Bacaan Terkait: Cara Memutuskan Pasangan – 11 Cara Licik
Yang juga perlu diperhatikan adalah sirkuit saraf ini dapat berfungsi secara independen. Namun, mereka seringkali bekerja sama untuk menciptakan tingkat hubungan yang berbeda. Fungsi-fungsi ini juga bervariasi antar individu. Jadi, meskipun seorang pria mungkin merasa terikat secara emosional setelah berciuman, pria lain mungkin tidak. Hal ini sangat subjektif, tergantung pada pria, wanita, dan jenis kecocokan yang mereka miliki. Namun, ketika nafsu, ketertarikan, dan keterikatan bekerja bersama-sama, percikan-percikan cinta memang muncul.
Apakah Pria Mulai Menularkan Perasaan Setelah Berhubungan?
Untuk mendapatkan pandangan yang lebih objektif mengenai masalah ini, saya memeriksa apa cowok-cowok di Reddit Saya pernah bertanya, "Bisakah seorang pria tidur dengan seorang wanita tanpa mengembangkan perasaan?" Dan sebagian besar jawaban tersebut sejalan dengan apa yang dikatakan Ash. Pria memang cenderung memiliki perasaan setelah berhubungan seks, tetapi ada beberapa faktor yang berperan. Jadi, lain kali Anda bertanya-tanya apakah pasangan Anda menyukai Anda, perhatikan poin-poin berikut:
1. Saling tarik menarik
Penelitian Menunjukkan bahwa seseorang berpeluang besar jatuh cinta padamu jika mereka menyadari ketertarikanmu padanya. Ini disebut rasa suka timbal balik diadis. Pastikan pasanganmu tahu bahwa kamu menyukainya. Jika kamu tidak nyaman mengungkapkan perasaanmu secara langsung, cobalah melakukannya secara halus. Puji dia, tersenyumlah padanya, dan tiru perilakunya. Merasakan ketika seseorang menyukaimu itu mungkin. Jadi, jangan ragu untuk menunjukkannya.
2. Stereotip gender
Penelitian menunjukkan bahwa perempuan cenderung memandang laki-laki sesuai stereotip yang disebarkan di media. Bagaimana hal ini relevan dengan pertanyaan, "Apakah laki-laki mudah jatuh cinta setelah berhubungan seks?" Stereotip gender menyebarkan keyakinan bahwa laki-laki harus memiliki sikap yang tegas dan tidak terlalu sensitif.
Hal ini mengakibatkan banyak pria menyangkal perasaan mereka demi menyesuaikan diri dengan konsep maskulinitas konvensional. Inilah mengapa Anda mungkin mendapati mereka senang berpelukan sebelum berhubungan seks, tetapi tampak menjauh atau apatis setelah berhubungan seks. Karena stereotip gender seringkali menciptakan rasa cemas, yang menyulitkan mereka untuk mengungkapkan perasaan.
3. Takut ditolak
Pria juga mungkin menekan perasaan mereka karena takut tidak ada timbal balik. Jadi, apakah pria merasa terikat setelah berpelukan? Mungkin saja. Tapi kalaupun mereka melakukannya, mereka tidak mungkin menunjukkannya jika Anda terlalu keras untuk mendapatkannya. Ini mengapa pria menjauhi diri setelah berhubungan intimTanggapi secara positif jika Anda ingin dia mengakui perasaan tersebut.
4. Bahasa kasih sayang
Penelitian Memisahkan cara pria dan wanita berkomunikasi dalam suatu hubungan menjadi "pembicaraan laporan" dan "pembicaraan hubungan". Menurutnya, wanita lebih baik dalam komunikasi yang bertujuan membangun hubungan baik. Sementara itu, pria lebih baik dalam komunikasi yang berfokus pada isu dan pemecahan masalah. Jadi, jika pasangan Anda suka berlama-lama setelah malam berakhir dan mencoba membantu Anda mengatasi masalah, anggaplah itu sebagai tanda positif.
5. Seks yang baik
Saat berhubungan seks, kadar vasopresin meningkat pada pria, sementara kadar oksitosin meningkat pada wanita setelah orgasme. Hormon-hormon ini diketahui dapat menimbulkan keterikatan dan berkontribusi pada perasaan dekat setelah berhubungan seksual. Penelitian menunjukkan bahwa vasopresin pada pria menciptakan kecenderungan untuk terlibat dalam hubungan. Singkatnya, dalam hal pertanyaan "apakah pria jatuh cinta setelah berhubungan seks", seks yang baik memang penting, meskipun bukan faktor utama.
6. Empati membuat seseorang menangkap perasaan dalam hubungan kasual
Mengembangkan perasaan terhadap seseorang membutuhkan lebih dari sekadar ketertarikan seksual. Perlu ada rasa nyaman dan candaan yang ramah. Kalian tidak harus selalu langsung tidur, kalian harus bisa saling mengobrol. Penelitian Menunjukkan bahwa pria merasa percakapan yang terbuka dan bermakna adalah komponen utama dari koneksi awal dalam suatu hubungan. Pria merasa terhubung dalam hubungan yang membuat mereka merasa cukup aman untuk menjadi rentan.
7. Ruang pribadi yang memadai
Ruang dalam suatu hubungan bukanlah pertanda burukRuang adalah salah satu aspek yang paling diremehkan ketika orang mencoba mengukur apakah seseorang memiliki perasaan terhadap mereka. Jangan terlalu bergantung atau terobsesi dengan keberadaannya. Terkadang, seorang pria mungkin membutuhkan waktu sendiri untuk menilai perasaannya terhadap Anda. Akan sulit baginya untuk introspeksi dan mengakui perasaannya jika Anda terus-menerus membayanginya. Biarkan dia berdamai dengan perasaannya dengan caranya sendiri.
Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan Pria untuk Mengetahui Perasaannya?
Jadi, apakah pria menjadi terikat setelah berpelukan atau mengembangkan perasaan setelah berhubungan seks? Jawabannya bisa sangat subjektif dan berbeda-beda pada setiap orang. Dibutuhkan kecocokan dan chemistry hubungan yang kuat untuk terikat secara emosional setelah berciuman atau berhubungan seks kasual.
Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata, seorang pria membutuhkan waktu hampir 3 bulan setelah menjalin hubungan romantis untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, dalam konteks pertanyaan, "Apakah pria mulai menunjukkan perasaan setelah berhubungan?", data ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
Bacaan Terkait: 7 Faktor Perceraian yang Harus Anda Waspadai
1. Kesamaan
Berlawanan dengan kepercayaan umum bahwa hal yang berlawanan saling tarik menarik, penelitian Telah disarankan bahwa orang-orang dengan sistem kepercayaan yang sama lebih mungkin jatuh cinta satu sama lain. Rasa keakraban dan keamanan dapat menciptakan sistem yang positif. Cobalah untuk meniru perilakunya untuk menciptakan lingkungan yang aman.
2. Kedekatan
Penelitian juga menganggap kedekatan sebagai faktor penting dalam perkembangan perasaan romantis. Jika Anda bertemu dengannya setiap hari atau cukup sering, kemungkinan besar ia akan langsung tertarik pada Anda dalam waktu yang lebih singkat.
3. Kimia hubungan
Chemistry dalam hubungan menentukan seberapa hebat hubungan Anda nantinya saat tidak berhubungan seks. Untuk memenangkan hati seorang pria, cobalah membuatnya tertawa dan merasa nyaman bersama Anda. Minimalkan keheningan yang canggung. Cobalah ciptakan ruang yang menarik baginya untuk berbicara dengan Anda.
4. Apakah cowok-cowok memikirkan hubungan mereka? Ukur ketertarikannya
Bisakah seorang pria mencium seorang wanita dengan penuh gairah tanpa perasaan? Terkadang, ya. Karena itu, penting untuk memperhatikan apakah dia tertarik secara romantis kepada Anda. Jika Anda memperhatikan dia langsung pergi setelah berhubungan seks atau menelepon Anda hanya untuk berhubungan seks, kemungkinan besar dia tidak memiliki perasaan apa pun terhadap Anda.
5. Trauma hubungan masa lalu
Apakah cowok mudah tersulut emosi setelah berhubungan, terutama jika mereka sedang menghadapi beban emosional dari hubungan sebelumnya? Jika hubunganmu pernah patah hati sebelumnya atau jika kamu melihat tanda-tanda dia sedang menjalani hubungan rebound, maka dia mungkin butuh waktu untuk melupakan hubungan sebelumnya dan menjalin hubungan baru.
6. Masalah pribadi
Dia juga butuh waktu untuk menyadari perasaannya terhadap Anda jika dia sedang mengalami masalah pribadi. Bersikaplah empati dan cobalah untuk mendukungnya dalam situasi seperti itu. Dia mungkin merasa tidak nyaman untuk membicarakan masalahnya dengan Anda, tetapi Anda perlu menunjukkan bahwa Anda ada untuknya jika dia ingin bicara.
Bacaan Terkait: 36 Hadiah Sentimental untuk Sahabat Terbaik – Ide Hadiah yang Bijaksana
Tidak ada aturan yang bisa memprediksi kapan seseorang, baik pria maupun wanita, mulai merasakan sesuatu. Hal itu bisa terjadi setelah kontak seksual pertama atau mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan. Anda mungkin ingin membohongi diri sendiri dengan percaya bahwa dia memiliki perasaan terhadap Anda, karena bisakah seorang pria mencium seorang wanita dengan penuh gairah tanpa perasaan? Nah, sebuah berita singkat untuk membantu Anda mengatasi penyangkalan: mencium seseorang dengan penuh gairah atau berhubungan seks dengannya bukanlah indikator perasaan seseorang. Namun, semakin banyak waktu yang Anda habiskan bersamanya, semakin nyata perasaannya terhadap Anda.
Petunjuk Penting
- Berhubungan seks bukan merupakan indikator perasaan seseorang
- Ketika seorang pria menemukan seorang wanita yang berempati, melihat minat yang sama, dan timbal balik minatnya padanya, dia mungkin menangkap perasaan dalam hubungan kasual.
- Pria mungkin bisa menangkap perasaan tapi mungkin menekannya karena takut dengan konvensi sosial dan gender.
- Mengembangkan perasaan setelah berhubungan seks sangatlah subjektif dan tidak bisa diprediksi sebagai pernyataan umum.
Hubungan kasual sudah menjadi norma di zaman sekarang. Seks adalah kebutuhan fisik yang alami. Namun, keintiman adalah kebutuhan emosional. Ikatan emosional adalah hasil dari empati dan kenyamanan dalam suatu hubungan. Jadi, apakah pria bisa merasakan sesuatu setelah berhubungan? Selama ikatan itu tercipta, siapa pun bisa merasakan sesuatu dalam suatu hubungan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Hal ini subjektif bagi setiap orang. Pertanyaan ini telah dibumbui stereotip gender hingga pada titik di mana mengungkapkan perasaan dianggap anti-maskulin. Seorang pria bisa jatuh cinta pada wanita yang sedang dipacarinya. Namun, durasi terjadinya hal ini tidak dapat diprediksi. Beberapa penelitian mempersempitnya menjadi 3 bulan, tetapi durasi ini dapat bervariasi dalam setiap hubungan.
Hanya sedikit pria yang mengungkapkan perasaan mereka dalam kasus seperti itu. Banyak yang menekan perasaan mereka karena norma gender seputar hipermaskulinitas. Beberapa mungkin melakukannya karena takut ditolak. Dia bisa menunjukkan tanda dia menyukaimu tapi takut ditolakBereaksilah secara positif terhadap tanda-tanda ini jika Anda ingin dia mengungkapkan perasaannya dengan sehat.
Tahap Berbicara: Cara Menavigasinya Seperti Seorang Profesional
60 Pertanyaan Truth Or Dare untuk Ditanyakan pada Pacar Anda – Bersih dan Kotor
Apa Itu Perceraian Saat Tidur dan Bagaimana Itu Dapat Menyelamatkan Pernikahan?
Kontribusi Anda tidak merupakan sumbangan amal donasiIni akan memungkinkan Bonobology untuk terus memberikan Anda informasi baru dan terkini dalam upaya kami membantu siapa pun di dunia untuk mempelajari cara melakukan apa pun.

Pusat
Berpelukan "Big Spoon" dan "Little Spoon": Arti, Manfaat, dan Cara Melakukannya
Lebih dari Sekadar Bunga dan Makan Malam: 5 Cara Penuh Hati untuk Merayakan Hari Jadi Anda
Cara Menunjukkan Kasih Sayang: Tips Praktis, Contoh, dan Saran dari Pakar
Simbol Cinta Tanpa Syarat: Makna, Asal Usul, dan Representasi Populer
Cara Merayu lewat Pesan Teks: Tips, Contoh, dan Psikologi di Baliknya
Berapa Lama Untuk Jatuh Cinta?
120 Teks Selamat Pagi Genit Untuknya
Terapi Keintiman di Rumah: 15 Latihan Keintiman Pernikahan
Cara Membangun Kepercayaan dalam Hubungan: Strategi Efektif untuk Ikatan yang Langgeng
Cara Menemukan Bahasa Cinta Anda: Temukan Apa yang Membuat Anda Merasa Dicintai
Lagu Cinta Untuknya: Panduan Terbaik Untuk Mengekspresikan Hati Anda
Pria Suka Dipanggil Apa oleh Pasangannya? 20 Nama Ini
25 Tanda Seorang Pria Tertarik Pada Anda, Menurut Pakar Kencan
Apa Itu Hubungan Sejati? 13 Ciri yang Menentukan
130 Hal Indah untuk Dikatakan Tentang Istri Anda
101 Pertanyaan Lucu untuk Ditanyakan pada Pasangan Anda Demi Kesenangan, Tawa, dan Ikatan
200 Pesan Cinta Menyentuh Hati Untuknya
100 Ucapan Selamat Pagi untuk Membuatnya Jatuh Cinta
100 Teks Selamat Pagi Untuk Membuatnya Jatuh Cinta
Teori Cinta Pertama: Benarkah Pria Tidak Pernah Melupakan Cinta Pertamanya?