Pernikahan memang tidak mudah. Saat menjalani hidup bersama seseorang, pasti akan ada suka duka, masa-masa sulit, momen konflik, dan kekecewaan. Ketika fase-fase yang tidak menyenangkan ini mulai mengalahkan cinta, persahabatan, keintiman, rasa hormat, dan pengertian di antara pasangan, pernikahan menjadi tidak bahagia. Ketidakbahagiaan ini tercermin dalam bahasa tubuh pasangan di sekitar satu sama lain. Bahasa tubuh pasangan suami istri yang tidak bahagia merupakan tanda peringatan bahwa hubungan mereka sedang runtuh akibat beban kebencian, harapan yang tak terpenuhi, dan ketidakpuasan.
Apakah cara tubuh Anda merespons kehadiran pasangan Anda menunjukkan, "Aku tidak bahagia dalam pernikahanku"? Apakah interaksi Anda mencerminkan sindrom pernikahan yang mati? Mari kita cari tahu dengan mencermati peran bahasa tubuh dalam hubungan dan mengurai apa yang dikatakan bahasa tubuh negatif tentang kondisi pernikahan Anda.
Peran Bahasa Tubuh Dalam Hubungan
Daftar Isi
Bahasa tubuh tidak hanya memainkan peran penting dalam membentuk dan mempertahankan hubungan dengan mengomunikasikan emosi dan niat lebih kuat daripada kata-kata, tetapi juga dapat mencerminkan betapa kuatnya hubungan antara dua orang. Menurut Dr. Albert Mehrabian, pelopor model Komunikasi 7-38-55, isyarat nonverbal menyumbang 55% dari komunikasi. Hal ini menegaskan kembali bahwa mengekspresikan emosi dan membangun kepercayaan serta rasa aman bukan hanya tentang apa yang Anda katakan, tetapi juga mencakup:
- Gerak-gerik
- Sikap
- Kontak mata
- Sentuhan fisik
Dalam hubungan, isyarat nonverbal positif seperti postur tubuh terbuka, bercermin, dan kontak mata yang konsisten membantu menumbuhkan koneksi emosional, rasa saling menghormati, dan pengertian. Sebaliknya, bahasa tubuh negatif—lengan disilangkan, mencondongkan badan, atau menghindari sentuhan—mencerminkan jarak emosional, ketidakpuasan, atau konflik.
Pakar bahasa tubuh ternama, Patti Wood, mencatat, "Tubuh kita mengungkapkan banyak hal tentang perasaan kita terhadap pasangan, seringkali tanpa kita sadari." Penelitian oleh Dr. John Gottman, pakar hubungan terkemuka, menegaskan hal ini dengan menyatakan bahwa isyarat halus seperti ekspresi menghina seperti memutar mata atau mendesah memprediksi ketidakpuasan dalam pernikahan dengan akurasi yang mengejutkan. Di sisi lain, gestur seperti sentuhan mesra yang sering, senyuman, dan gerakan yang sinkron menunjukkan keharmonisan dan kepuasan.
Selain memberikan wawasan yang tajam tentang kondisi hubungan saat ini, bahasa tubuh juga dapat memengaruhi perkembangannya. Misalnya, mengulurkan tangan dan menyentuh pasangan dengan penuh kasih sayang setelah bertengkar dapat membantu membangun keintiman dan membuat Anda merasa lebih terhubung. Sebaliknya, berpaling dari mereka saat pasangan mencondongkan tubuh untuk mencium untuk menebus pertengkaran justru menciptakan lingkaran balik berupa keterputusan dan rasa dendam.
Bacaan Terkait: 13 Tanda Pria Tidak Bahagia dalam Pernikahannya
Perbedaan bahasa tubuh pasangan yang bahagia dan tidak bahagia
Cara dua pasangan berinteraksi, tidak hanya secara verbal tetapi juga melalui gestur, ekspresi, dan isyarat tubuh, merupakan ukuran yang jelas tentang kondisi hubungan mereka. Anda tidak harus selalu berkata, "Aku senang bersama pasanganku" atau "Aku mencintaimu."Aku tidak bahagia dengan pernikahankuTubuh Anda melakukannya untuk kita, terkadang tanpa Anda sadari. Berikut beberapa cara bahasa tubuh membedakan pasangan yang bahagia dari yang tidak bahagia:
| Isyarat bahasa tubuh | Pasangan bahagia | Pasangan yang tidak bahagia |
|---|---|---|
| Kontak mata | Pertahankan kontak mata yang konsisten, tunjukkan keterlibatan dan kasih sayang. | Hindari kontak mata atau berikan pandangan sekilas yang tidak tertarik. |
| Sentuh Fisik | Sentuhan yang sering dan menenangkan seperti berpegangan tangan atau berpelukan. | Sentuhan fisik minimal atau tidak ada; hindari kedekatan. |
| Ekspresi wajah | Senyum tulus, ekspresi santai. | Senyum yang dipaksakan, cemberut, atau ekspresi penghinaan (misalnya, menyeringai). |
| Sikap | Terbuka, condong ke arah satu sama lain—menunjukkan minat dan koneksi. | Tertutup, condong ke arah lain atau membelakangi, menunjukkan jarak emosional. |
| Sinkronisasi | Mencerminkan gerakan dan gerak tubuh satu sama lain secara alami. | Kurangnya sinkronisasi; gerakan tidak serasi. |
| Kedekatan | Kedekatan yang nyaman, duduk atau berdiri berdekatan. | Jarak fisik, duduk atau berdiri berjauhan. |
| Gerak-gerik | Gerakan yang mendukung seperti mengangguk atau menegaskan. | Gerakan mengabaikan seperti mengangkat bahu atau memutar mata |
| Nada Interaksi | Gerakan main-main seperti menyikut | Gerakan tegang atau agresif seperti menunjuk jari |
Bahasa Tubuh Pasangan Menikah yang Tidak Bahagia — 15 Tanda Pernikahan Anda Tidak Berhasil
Tanda-tanda pernikahan yang buruk tidak selalu sejelas dan separah kekerasan, perselingkuhan, manipulasi, atau gaslighting. Tanda-tanda tersebut juga bisa muncul dalam tindakan-tindakan kecil sehari-hari. Ketika seorang wanita merasa diabaikan dalam suatu hubungan Atau seorang pria mulai merasa terjebak dalam pernikahan, gejolak emosi tersebut terwujud dalam cara tubuh mereka terhubung dan merespons satu sama lain. Hasilnya adalah 15 isyarat yang dapat Anda temukan dalam bahasa tubuh pasangan suami istri yang tidak bahagia:
1. Menghela napas sepanjang waktu
Tanda-tanda seseorang tidak bahagia dalam pernikahan juga dapat ditemukan dalam intonasi mereka. Salah satu tandanya adalah mendesah, yang merupakan manifestasi fisik dari frustrasi dan kekesalan yang terpendam. Desahan terdengar jelas ketika seseorang merasa kesal, kecewa, atau lelah.
Rachel, seorang desainer interior dari New Jersey, berkata, “Suami saya dan saya sudah lama bermasalah, tetapi saya tahu pernikahan kami akan hancur ketika saya mulai memperhatikan pola yang agak meresahkan—setiap kali saya berbicara dengannya, menanyakan sesuatu, atau menginginkan perhatiannya, dia akan mendesah panjang dan dengan enggan mengalihkan pandangan dari ponselnya, lalu kembali menggulir layar tanpa benar-benar menanggapi saya. Kami sekarang berpisah.”
Bacaan Terkait: 20 Hal yang Membuat Istri Tidak Bahagia dalam Pernikahan
2. Menghindari kontak mata
Menghindari kontak mata Cocok dengan kriteria bahasa tubuh negatif karena menunjukkan keengganan untuk terlibat dan terhubung. Tentu, seiring berjalannya waktu dan Anda semakin mantap dalam suatu hubungan, Anda mungkin tidak terlalu sering menatap mata satu sama lain. Namun, ketika Anda mencoba berbicara dengan pasangan tentang sesuatu dan mereka tidak menatap Anda, atau mereka sengaja menghindari kontak mata saat momen intim, itu menunjukkan bahwa mereka menyembunyikan sesuatu atau terputus secara emosional dari Anda.
Selain itu, kurangnya kontak mata dapat mengikis hubungan sensual dan intim, serta hubungan yang jujur dan penuh kasih sayang antara pasangan. belajar Para ahli bahasa tubuh mengatakan bahwa menatap mata seseorang akan membuat Anda jauh lebih bergairah daripada menatap seseorang yang tatapannya teralihkan. Semakin Anda menghindari tatapan satu sama lain, semakin jauh dan terasing Anda mungkin merasa.
Bacaan Terkait: Masalah Pernikahan Tahun Pertama: 5 Hal yang Sering Dipertengkarkan Pasangan Pengantin Baru
3. Menjaga jarak secara fisik satu sama lain
Saat jatuh cinta pada pasangan, Anda ingin menyentuhnya. Bukan hanya secara seksual, tetapi juga sebagai cara menciptakan keintiman fisik dengan menggenggam tangannya, menyentuh pahanya, atau mengusap pipinya. Sentuhan melambangkan kedekatan dalam suatu hubungan. Ketika Anda atau pasangan berusaha menghindari sentuhan, itu menandakan Anda mungkin terjebak dalam pernikahan yang sekarat.
Sekarang mari kita bahas manifestasi ekstrem dari sindrom pernikahan mati ini: rasa jijik terhadap pasangan. Hal ini dapat mengakibatkan menghindari seks atau menahan seks untuk mengekspresikan ketidakbahagiaan dalam pernikahan. Jarak fisik tidak hanya terlihat di ruang pribadi atau momen intim Anda, tetapi juga dapat terlihat dari bahasa tubuh pasangan yang tidak bahagia dalam foto-foto ketika mereka duduk di sofa yang sama tetapi berjauhan satu sama lain atau tubuh mereka menunjuk ke arah yang berbeda.
Kita semua pernah melihat betapa canggungnya bahasa tubuh Donald Trump dan Melania sebagai pasangan. Ada begitu banyak insiden ikonis di mana Trump mencoba memegang tangan Melania, dan Melania mengabaikannya. Para pakar bahasa tubuh telah menganalisis hubungan transaksional mereka berkali-kali, terutama ketika tepukan tangannya menjadi sensasi viral. Meskipun kita tidak tahu konteks lengkapnya, keduanya tampak tidak bahagia dalam hubungan tersebut.
4. Tidak terbuka untuk berpelukan
Indikator penting lainnya dari bahasa tubuh pasangan suami istri yang tidak bahagia adalah ketika salah satu pasangan mengunci siku mereka ketika pasangannya mencoba memeluk atau merangkul mereka. Sebuah Reddit pemakai berbagi bagaimana bahasa tubuh pasangannya membuat mereka menyadari bahwa mereka tidak bahagia dalam pernikahan, dan mengatakan, “Selama bertahun-tahun kasih sayang suami sudah mulai berkurang Sampai-sampai dia menolak mentah-mentah saat aku menyentuhnya, begitu pula sebaliknya. Kalau aku ingin memeluk atau menciumnya, dia malah mendorongku, bukan dengan cara yang jahat, hanya saja sepertinya tidak menginginkan kasih sayang dariku sama sekali.
Hal ini juga dapat menciptakan kondisi deprivasi emosional dan memperparah rasa ketidakpuasan dan keterputusan yang sudah ada. Saat kita memeluk seseorang, tubuh kita memproduksi endorfin, zat kimia yang membantu kita menghilangkan stres. Zat ini menghasilkan perasaan bahagia dan euforia. Berpelukan juga melepaskan oksitosin, yang umumnya dikenal sebagai "hormon cinta". Ketika isyarat kasih sayang yang sederhana ini hilang, rasa tidak bahagia dalam pernikahan menjadi lebih terasa, yang mengarah pada lingkaran setan yang terus berulang.
5. Alis yang berkerut menunjukkan rasa jijik
Menurut majalah Pada ekspresi wajah, alis berkerut dan dagu terangkat menunjukkan campuran kemarahan, jijik, dan penghinaan. Emosi-emosi ini digunakan untuk menunjukkan penilaian moral yang negatif. Bahasa tubuh pasangan suami istri yang tidak bahagia ini mengisyaratkan kritik dan penghinaan satu sama lain. Mengingat mereka adalah dua dari empat penunggang kuda kiamat, menurut Dr. John Gottman, alis berkerut dapat menjadi indikator pernikahan yang sangat tidak bahagia dan berada di ambang kehancuran.
Bacaan Terkait: 33 Hal Paling Romantis yang Bisa Dilakukan untuk Istri Anda
6. Lengan yang disilangkan menunjukkan bahwa Anda sedang dikucilkan
Jika pasangan Anda sering menyilangkan tangan di sekitar Anda, itu pertanda sindrom pernikahan mati. Saat Anda jatuh cinta pada seseorang, Anda jarang menyilangkan tangan saat bersamanya. Postur tubuh yang terbuka merupakan tanda kepercayaan. Namun, ketika pasangan terjebak dalam pernikahan yang tidak bahagia, bukan hal yang aneh untuk melihat salah satu atau kedua pasangan menyilangkan tangan, terutama saat bertengkar atau berkonflik.
Natalie, seorang insinyur perangkat lunak dari Chicago, berkata, “Saya memperhatikan suami saya selalu menyilangkan tangan saat berada di dekat saya. Awalnya, hal itu terjadi setiap kali kami bertengkar, tetapi sekarang, itu terus-menerus. Hal ini membuat saya semakin sulit untuk mendekatinya atau berbicara dengannya. Rasanya seolah-olah tubuhnya memberi tahu saya, "Menjauhlah." Hal itu membuat komunikasi semakin sulit, dan saya merasa pernikahan saya akan segera mencapai puncaknya—dan memang begitu.”
7. Memutar mata menandakan penghinaan
Memutar mata adalah bahasa tubuh non-verbal lain yang ditunjukkan pasangan suami istri yang tidak bahagia, yang menunjukkan ketidaksetujuan, kekesalan, penghinaan, dan sinisme. Semua hal ini dapat merusak hubungan. Nah, jika pasangan Anda sesekali memutar mata saat mendengar sesuatu yang Anda katakan, yang menurutnya menjengkelkan, itu mungkin bukan pertanda buruk.
Namun, ketika mereka terus-menerus memutar mata mereka pada semua yang Anda katakan dan lakukan, itu merupakan indikasi yang jelas bahwa mereka tidak bahagia dalam pernikahan. Menurut psikolog terkenal John Gottman, perilaku menghina seperti memutar mata, sarkasme, dan nama panggilan termasuk salah satu faktor utama yang menyebabkan perceraian.
Bacaan Terkait: Jarak Emosional: Arti, Penyebab, Tanda, dan Cara Memperbaikinya
8. Menjauhkan diri menunjukkan jarak emosional
Ketika Anda merasa tertarik pada seseorang, Anda sering kali cenderung condong ke arahnya. Keintiman emosional tercermin dari kedekatan fisik. Pasangan yang menjauh saat berbicara atau menonton film bersama merupakan salah satu tanda pernikahan yang tidak bahagia, yang muncul ketika seorang wanita merasa diabaikan dalam suatu hubungan atau seorang pria merasa terjebak dalam pernikahan.
9. Sering menggigit atau mengerucutkan bibir
Kita tidak sedang membicarakan menggigit bibir yang seksi. Mengunyah/menggigit bibir sering kali merupakan tanda kecemasan, stres, dan ketidakpastian. Melalui hal ini, seseorang berusaha menahan diri untuk tidak mengatakan sesuatu atau menahan perasaannya. Bahasa tubuh pasangan yang tidak bahagia, baik di foto maupun di kehidupan nyata, dapat terlihat dari cara mereka menggigit atau mengerutkan bibir.
Menurut Mengubah Pikiran, "Bibir mengerucut adalah tanda klasik kemarahan, termasuk ketika kemarahan itu ditekan. Hal ini secara efektif menutup mulut untuk mencegah seseorang mengatakan apa yang ingin mereka katakan. Ini juga bisa menjadi indikasi berbohong atau menyembunyikan kebenaran."
Bacaan Terkait: 11 Tanda Anda Lajang dalam Suatu Hubungan
10. Pasangan yang tidak bahagia akan kehilangan sinkronisasi
Ketika kamu sedang jatuh cinta dengan seseorang, tubuh Anda menyesuaikan diri dengan mereka. Hal sebaliknya juga berlaku. Ketika hubungan antara dua orang memudar, mereka mungkin merasa tidak sinkron satu sama lain. Salah satu contoh sederhana bahasa tubuh pasangan suami istri yang tidak bahagia adalah kecenderungan untuk berjalan tidak sinkron.
Tania, seorang ahli gizi berusia awal 30-an, berkata, “Dulu saya dan pasangan saya punya ikatan yang tak terlukiskan, di mana kami berjalan bersama, kaki berdampingan. Tiba-tiba dia mulai berjalan lebih cepat atau lebih lambat, tidak pernah seirama seperti dulu. Ketika pola berjalan kami terganggu dan tidak kembali normal bahkan setelah saya ingatkan beberapa kali, saat itulah saya tahu kami sedang menuju akhir.”
11. Sentuhan yang menenangkan tidak ada dalam persamaan
Katakanlah Anda baru saja berbagi kekhawatiran atau sedang kesal akan sesuatu. Alih-alih menghibur dan menenangkan Anda dengan memegang tangan atau mengusap punggung Anda, pasangan Anda hanya duduk diam, mendengarkan Anda berbicara. Ketika sentuhan apa pun atau apa pun berakhir, saat itulah Anda tahu hubungan Anda akan hancur. Itu salah satu tanda-tanda Anda berada dalam hubungan sepihakJika salah satu pihak dalam hubungan tidak membalas usaha, perasaan, dan cinta Anda, itu pertanda jelas bahwa mereka memang tidak ingin menjalin hubungan tersebut.
12. Saling menyeringai
Hanya ada garis tipis antara senyum dan seringai. Senyum itu tulus, sedangkan seringai adalah kesombongan yang menyinggung yang disamarkan sebagai senyum. Ketika istri Anda menyeringai setiap kali Anda mengatakan sesuatu, itu salah satu tanda dia tidak bahagia dalam pernikahan. Demikian pula, tatapan sinis dari seorang pria dianggap sebagai penghinaan yang menunjukkan kesombongan, penghinaan, dan ejekan. Itu menunjukkan rasa tidak hormat. Itulah sebabnya Bahasa tubuh dan perannya dalam hubungan yang sehat tidak boleh dianggap enteng.
13. Terlalu terganggu
Ketika Anda merasa tidak terhubung dengan pasangan, hal itu dapat menyulitkan Anda untuk berinteraksi secara bermakna. Akibatnya, Anda mungkin menyadari pikiran Anda melayang saat pasangan berbicara dengan Anda. Atau, mereka terus menggulir ponsel mereka saat Anda mencoba berbicara. Ketidakmampuan untuk terhubung dan berinteraksi tidak selalu disebabkan oleh rentang perhatian, tetapi bisa juga merupakan cara pikiran dan tubuh Anda untuk tidak ingin terjebak dalam sesuatu yang terasa tidak nyaman atau tidak aman.
14. Anda berhenti mencerminkan satu sama lain
Pencerminan adalah perilaku bawah sadar di mana pasangan meniru postur, gerakan, atau gerakan satu sama lain, yang mencerminkan hubungan emosional dan harmoni. Penelitian oleh Chartrand dan Bargh (1999) tentang "efek bunglon" menunjukkan bahwa pencerminan meningkatkan hubungan interpersonal. Kurangnya pencerminan sering kali berkorelasi dengan hubungan yang tegang atau memburuk.
Ketika pasangan tidak bahagia, sinkronisasi alami ini seringkali menghilang. Misalnya, saat Anda mengobrol sambil makan malam, jika Anda mencondongkan tubuh ke depan dan memberi isyarat penuh semangat saat berbicara, tetapi pasangan Anda duduk bersandar, tidak tertarik atau kaku, itu menandakan adanya ketidakpedulian dan semakin jauhnya jarak emosional.
Bacaan Terkait: Pengabaian Emosional dalam Pernikahan—Tanda dan Tips Mengatasinya
15. Senyum yang dipaksakan atau palsu
Ketika senyum tidak sampai ke mata atau tampak tegang, itu menandakan ketegangan emosional atau ketidakbahagiaan. Senyum yang dipaksakan pada pasangan yang tidak bahagia dapat menutupi ketidakpuasan atau ketidaknyamanan yang lebih dalam, sehingga menonjolkan fasad keharmonisan dalam hubungan alih-alih kebahagiaan sejati. Hal ini dapat terlihat dari bahasa tubuh pasangan yang tidak bahagia, baik di foto maupun di kehidupan nyata.
Misalnya, saat berpose untuk foto, Anda atau pasangan mungkin tersenyum ke arah kamera, tetapi senyum itu terkesan kaku atau dipaksakan dan cepat menghilang seiring berlalunya momen. Atau, ketika Anda bertemu di penghujung hari dan disambut dengan senyum yang kaku alih-alih senyum yang menunjukkan kegembiraan sejati, hal itu menunjukkan ketidakbahagiaan yang tersembunyi dalam hubungan. Seiring waktu, senyum palsu ini dapat mengikis kepercayaan dan keaslian emosional di antara pasangan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apakah semua pasangan menikah tidak bahagia?
Sama sekali tidak. Banyak pasangan melakukan segala cara untuk menjaga pernikahan mereka tetap langgeng. Mereka pergi berkencan, menghabiskan waktu berkualitas bersama, bermandikan kata-kata penyemangat, dan bahkan bereksperimen di ranjang. Menurut statistika64% orang Amerika mengatakan mereka bahagia dalam hubungan mereka.
2. Apakah boleh merasa tidak bahagia dalam pernikahan?
Merasa tidak bahagia atau bosan dalam pernikahan itu wajar. Setiap pernikahan punya suka dukanya masing-masing. Tapi yang penting adalah bagaimana kalian menghadapinya sebagai pasangan. Kalian perlu bertanya pada diri sendiri, apakah kalian ingin pernikahan ini berhasil. Pernikahan itu lebih sulit dari yang kalian bayangkan. Butuh banyak hal untuk mempertahankannya.
Petunjuk Penting
- Menurut penelitian, bahasa tubuh merupakan aspek penting dalam komunikasi dan hubungan modern.
- Menjauhkan diri dari pasangan, mendesah, dan memutar mata adalah beberapa bahasa tubuh pasangan suami istri yang tidak bahagia.
- Penting untuk memperhatikan dan menangkap isyarat bahasa tubuh untuk menentukan seberapa kuat dan harmonis hubungan Anda
Final Thoughts
Komunikasi verbal bukanlah satu-satunya jenis komunikasi yang terjadi dalam suatu hubungan. Anda perlu memahami apa yang tersirat untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi, mendengarkan kebisuan pasangan Anda, dan memperhatikan bahasa tubuhnya untuk mengukur emosinya. Jika Anda merasakan tanda-tanda bahwa pasangan Anda tidak bahagia dalam hubungan, maka inilah saatnya untuk meningkatkan keterampilan komunikasi Anda dan berusaha memperbaiki ikatan tersebut.
7 Hal yang Harus Dilakukan Saat Anda Tidak Lagi Mencintai Suami Anda
11 Hal yang Terjadi Ketika Seorang Wanita Kehilangan Minat pada Suaminya
Kontribusi Anda tidak merupakan sumbangan amal donasiIni akan memungkinkan Bonobology untuk terus memberikan Anda informasi baru dan terkini dalam upaya kami membantu siapa pun di dunia untuk mempelajari cara melakukan apa pun.
Pusat
21 Tanda Halus Pernikahan Anda Bermasalah
Apa Arti Pernikahan Bagi Seorang Wanita – 9 Kemungkinan Interpretasi
15 Tanda Pasti Suami Anda Tertarik pada Wanita Lain
13 Manfaat Pernikahan yang Menakjubkan Bagi Seorang Wanita
10 Tips Menjalin Ikatan yang Mendalam untuk Pasangan
11 Kebenaran Pahit Tentang Pernikahan yang Tak Dibicarakan Orang
15 Jenis Alat Kontrasepsi yang Digunakan Kakek-Nenek Kita
Tips dan Ide Perencanaan Pernikahan untuk Pernikahan yang Sempurna
20 Hal Menyenangkan yang Dapat Dilakukan Bersama Pasangan
Sindrom Suami Sengsara – Tanda dan Tips Terbaik untuk Mengatasinya
Setelan Jas Pengantin Pria Modern – 25 Ide
17 Tanda Istri Anda Ingin Meninggalkan Anda
Dinamika Keluarga Sehat — Memahami Jenis dan Peran Keluarga
Pernikahan, Kegilaan, dan Pembunuhan: Kisah Betty Broderick
10 Alasan Bankable untuk Menikah
7 Cara yang Didukung Ahli untuk Membantu Istri yang Depresi
Hidupnya Dirusak Oleh Krisis Pernikahan
Hal-hal yang Perlu Didiskusikan Sebelum Menikah dengan Calon Pasangan Hidup Anda
12 Alasan Wanita Menambah Berat Badan Setelah Menikah
5 Percakapan yang Harus Dilakukan Sebelum Menikah untuk Menghindari Komplikasi di Kemudian Hari