Masalah Komunikasi Dalam Hubungan – 11 Cara Mengatasinya

Mengapa komunikasi terputus dan bagaimana cara memperbaikinya

Mengerjakan Pernikahan | | , Pemimpin Redaksi
Divalidasi Oleh
bisakah seorang suami gay mencintai istrinya?
Menyebarkan cinta

Masalah komunikasi dalam hubungan telah terbukti menjadi hambatan besar yang dapat memecah belah pasangan. Kemampuan untuk mengomunikasikan keinginan, harapan, dan harapan seseorang merupakan inti dari setiap hubungan manusia yang sehat. Pentingnya hal ini menjadi semakin nyata dalam hubungan romantis.

Kami bertanya kepada psikolog Kavita Panyam untuk pandangannya tentang masalah komunikasi antar pasangan. Meskipun masalah komunikasi dalam hubungan mungkin umum terjadi, masalah tersebut tidak harus permanen. Anda dapat mengatasinya dan mulai membicarakan hal-hal penting dengan mengidentifikasi penyebab masalahnya, lalu mencari solusinya. Baca terus untuk mendapatkan wawasan dari para ahli.

5 Masalah Komunikasi Umum dalam Hubungan

Dari hambatan bawaan hingga masalah hubungan yang dipendam seiring waktu, penyebab masalah komunikasi dalam pernikahan atau hubungan asmara bisa beragam. Namun, dampaknya selalu sama; kesulitan berkomunikasi dalam suatu hubungan mulai menggerogoti ikatan Anda, perlahan tapi pasti. Hal ini dapat menyebabkan pasangan menjadi benar-benar tidak selaras satu sama lain. Hingga pada titik di mana hidup berdampingan mulai terasa mustahil.

Untuk mencegah hal itu terjadi, Anda perlu memahami penyebab kurangnya komunikasi dalam suatu hubungan. Lima masalah komunikasi paling umum dalam hubungan ini dapat memberikan wawasan:

5 Masalah Komunikasi Teratas dalam Hubungan:

  1. Kesalahpahaman nada atau maksud
  2. Mengganggu atau mengabaikan perasaan
  3. Menghindari percakapan yang sulit
  4. Lingkaran kritik dan sikap defensif
  5. Perlakuan diam atau penarikan diri secara emosional

1. Menghentikan komunikasi untuk menghindari penyelesaian masalah

Salah satu yang paling masalah komunikasi umum adalah kecenderungan untuk berhenti berinteraksi saat masalah yang tidak mengenakkan muncul.

  • Seringkali, orang cenderung menyembunyikan percakapan yang tidak nyaman di bawah karpet
  • Mereka berharap masalah-masalah tersebut akan terselesaikan dengan sendirinya atau mereka akan mengatasi hal-hal yang mengganggu mereka.
  • Penyangkalan atau penghindaran seperti ini hanya akan menyebabkan kebencian yang terus menumpuk seiring waktu.

Jika komunikasi tentang hal-hal yang penting terhenti dalam suatu hubungan, ketidakpedulian tersebut pada akhirnya dapat mengikis ikatan yang mengikat kedua pasangan.

Bacaan Terkait: Pasangan ini mungkin berbeda tetapi strategi komunikasi mereka unik

2. Mengharapkan pasangan membaca pikiran Anda

Kita semua pernah mengalaminya atau setidaknya melihat hal ini terjadi di sekitar kita sepanjang waktu. 

  • Salah satu pasangan memiliki harapan tertentu dari pasangannya, dan mereka berasumsi bahwa mereka akan mengetahuinya
  • Atau salah satu pasangan merasa kesal atau terluka oleh sesuatu yang dilakukan pasangannya, dan mereka mengharapkan pasangannya untuk mengetahui apa yang salah

Asumsi bahwa pasangan Anda bisa membaca pikiran Anda merupakan salah satu masalah komunikasi paling umum dalam hubungan yang dapat memicu pertengkaran dan pertengkaran. Untuk berkomunikasi lebih baik dalam hubungan, kedua pasangan harus melepaskan hambatan mereka dan menyampaikan kebutuhan, harapan, dan kondisi pikiran dasar mereka satu sama lain.

3. Berkomunikasi untuk menang

kurangnya komunikasi dalam hubungan
Upaya yang harus dilakukan adalah menyelesaikan masalah dan menemukan jalan tengah.
  • Dalam kebanyakan kasus, pasangan mulai melihat satu sama lain sebagai musuh ketika mereka berdiri di pihak yang berseberangan dalam suatu masalah.
  • Dengan adanya ego yang bermain, komunikasi menjadi fokus untuk membuktikan diri benar dan memenangkan argumen.
  • Padahal usaha yang harus dilakukan adalah menyelesaikan konflik dan menemukan jalan tengah

Karena kecenderungan ini terus berulang, kesenjangan komunikasi dalam hubungan terus melebar.

4. Kurangnya rasa ingin tahu

Salah satu masalah komunikasi paling umum dalam hubungan yang sering kali tidak disadari, dan karenanya tidak ditangani, adalah kurangnya rasa ingin tahu. 

  • Ketika dua pasangan romantis telah bersama dalam waktu yang lama, mereka mulai berasumsi bahwa mereka sudah mengetahui segalanya tentang satu sama lain.
  • Hal ini membunuh rasa ingin tahu dalam hubungan dan mengurangi komunikasi yang bermakna.
  • Anda tidak lagi ajukan pertanyaan menarik kepada pasangan Anda untuk mengenal satu sama lain pada tingkat yang lebih dalam

Jika hal itu terjadi, bukan saja komunikasi menjadi terhambat tetapi hubungan juga menjadi stagnan.

5. Nada suara yang tidak menyenangkan

"Yang penting bukan apa yang kau katakan, tapi bagaimana kau mengatakannya." Anda pasti pernah mendengar ungkapan umum ini muncul dalam situasi ketika dua orang mencoba mengatasi kebuntuan komunikasi. Tak dapat disangkal bahwa kita berkomunikasi dengan bahasa tubuh, gestur, dan nada suara sama banyaknya dengan kata-kata. Ketika nada atau sikap bermusuhan, pintu komunikasi otomatis tertutup.

Bacaan Terkait: Berikut Cara Menghentikan Pertengkaran Terus-menerus dalam Hubungan

Tanda-tanda Anda Memiliki Masalah Komunikasi Dalam Hubungan Anda

Komunikasi yang baik berarti merasa didengarkan, dipahami, dan aman secara emosional. Ketika pola komunikasi memburuk, pasangan sering kali mengulang percakapan yang sama tanpa menemukan solusi. Berikut tanda-tanda paling umum yang perlu diwaspadai:

  1. Menolak atau bersikap diam: Ketika salah satu pasangan menutup diri atau menarik diri di tengah percakapan untuk menghindari konflik, hal itu menciptakan jarak emosional. Pasangan lainnya merasa ditolak atau tidak penting, dan masalah tetap tidak terselesaikan.
  2. Sikap defensif yang konstan: Alih-alih mendengarkan, salah satu atau kedua pasangan langsung membenarkan, membalas, atau menyangkal tanggung jawab. Hal ini menghambat akuntabilitas dan mencegah dialog terbuka.
  3. Kritik bukannya ekspresi: Mengubah keluhan menjadi serangan pribadi akan mengikis keamanan emosionalHal ini mengalihkan fokus dari masalah ke kesalahan, sehingga meningkatkan ketegangan.
  4. Penghinaan atau sarkasme: Mengejek, memutar mata, atau berbicara merendahkan pasangan Anda adalah prediktor utama putusnya hubungan. Hal ini menimbulkan rasa dendam dan keterasingan emosional.
  5. Mengulang argumen yang sama: Ketika pertengkaran yang sama terulang tanpa kemajuan, itu menandakan akar permasalahan yang belum terselesaikan. Misalnya, bertengkar soal keuangan atau pekerjaan rumah setiap minggu meskipun sebelumnya sudah berjanji untuk berubah. Hal ini memperkuat keputusasaan karena kedua pasangan berhenti percaya bahwa perubahan itu mungkin.
  6. Membaca pikiran dan asumsi: Terburu-buru mengambil kesimpulan alih-alih mengklarifikasi justru menimbulkan kebingungan. Hal ini menggantikan fakta dengan interpretasi, sehingga menciptakan konflik yang tidak perlu.
  7. Menghindari percakapan yang sulit: Jika topik serius seperti uang, keintiman, dan rencana masa depan selalu ditunda, ikatan emosional akan melemah. Penghindaran mencegah perbaikan dan menciptakan jarak emosional.
  8. Pencatatan skor atau keunggulan satu sama lain: Menghitung-hitung siapa yang melakukan kesalahan apa secara mental mengubah komunikasi menjadi persaingan. Hal ini menghambat empati dan memicu kepahitan.
  9. Respons yang meremehkan atau tidak valid: Meminimalkan emosi atau mengabaikan kekhawatiran justru mematikan kerentanan. Pasangan merasa tidak diperhatikan, yang menyebabkan penarikan diri secara emosional.
  10. Kurangnya mendengarkan secara aktif: Ketika salah satu pasangan berbicara sementara pasangannya sedang tidak fokus atau melakukan banyak tugas, koneksi pun memudar. Ini menandakan ketidakpedulian dan seiring waktu, kepercayaan emosional pun terkikis.

Jika Anda menyadari tiga atau lebih pola ini terulang, itu pertanda untuk berhenti sejenak, merenung, dan secara sadar membangun kembali kebiasaan komunikasi, idealnya dengan dukungan profesional jika siklus tersebut terasa macet.

11 Cara Mengatasi Masalah Komunikasi dalam Hubungan

Bisakah Anda memahami masalah komunikasi umum ini dalam hubungan? Wajar jika Anda ingin belajar cara memutus siklus ini dan berkomunikasi lebih baik dengan pasangan. Mengingat komunikasi yang sehat adalah salah satu aset yang dapat Anda gunakan untuk belajar menavigasi beban emosional dari ekspektasi, pengalaman masa lalu, persepsi dan keinginan, tentu saja merupakan langkah maju ke arah yang benar.

Kavita memberi kami beberapa kiat jitu tentang cara meningkatkan komunikasi dalam hubungan. Berikut 11 teknik yang ia rekomendasikan untuk mengatasi masalah komunikasi dalam hubungan:

1. Gunakan bahasa yang jelas dan sederhana

latihan komunikasi pasangan
Jaga agar diskusi tetap terfokus, langsung dan sederhana

Kavita percaya bahwa menjaga diskusi tetap fokus, lugas, dan sederhana adalah solusi terbaik ketika pasangan kesulitan berkomunikasi dalam suatu hubungan. Seringkali, kesenjangan komunikasi dapat melebar jika orang-orang yang terlibat dalam percakapan menyampaikan pikiran mereka dengan cara yang ambigu atau samar.

Hal ini membuka ruang bagi sindiran dan makna yang tidak dimaksudkan oleh pembicara. Semua ini dapat semakin memperumit masalah komunikasi yang sudah ada dalam hubungan.

  • Menghindari mengatakan hal-hal yang menyakitkan kepada pasangan Anda dengan sederhana
  • memilih kata-kata dengan penuh perhatian dan menggunakan bahasa yang jelas dan sederhana untuk mengemukakan perspektif Anda.
  • Pendekatan poin demi poin pada diskusi dapat membantu Anda melacak isu yang dibahas serta kemajuan yang telah dicapai.

Dengan cara ini seluruh diskusi tidak berubah menjadi kekacauan yang tidak dapat dipahami oleh kedua pasangan.

Bacaan Terkait: 25 Masalah Hubungan yang Paling Umum

2. Jangan menghubungkan titik-titik

Kurangnya komunikasi dalam hubungan biasanya terjadi ketika kedua pasangan mulai menyimpang dari topik saat mencoba berbicara satu sama lain. Hal ini menggagalkan tujuan utama dari upaya melakukan percakapan yang bermakna. Dan semua latihan komunikasi pasangan Anda mungkin mencoba menjadi tidak efektif.

Untuk menghindari ini

  • Berfokuslah pada apa yang sedang dikatakan saat itu.
  • Jangan menghubungkan titik-titik dengan apa yang dikatakan pada titik waktu sebelumnya atau menarik kesimpulan sendiri.
  • Membawa kembali percakapan masa lalu ke dalam percakapan saat ini pasti akan menghambat kemajuan.

3. Jangan berkomunikasi saat sedang gelisah

berkomunikasi lebih baik dalam hubungan
Anda mungkin akan mengatakan hal-hal yang menyakitkan yang lebih banyak menimbulkan kerugian daripada kebaikan

Untuk berkomunikasi lebih baik dalam hubungan, Anda harus menghadapi masalah atau topik apa pun dengan sikap tenang, kalem, dan terkendali. Saat Anda gelisah atau emosi sedang memuncak, kemarahan Anda dapat mengaburkan penilaian Anda secara signifikan. Akibatnya, Anda mungkin berakhir dengan sikap menuduh yang lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. 

Kavita juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa tubuh positif dalam komunikasi. Hindari:

  • Mengabaikan gerakan tangan
  • Menunjuk jari
  • Mengambil posisi tubuh yang agresif

Anda tidak dapat menjaga bahasa tubuh Anda tetap positif dan terbuka saat pikiran Anda gelisah.

0
Apa alasan terbesar terputusnya komunikasi dalam hubungan Anda?

4. Mencari kejelasan atas suatu masalah

Menurut Kavita, mustahil untuk berkomunikasi lebih baik dalam hubungan jika Anda tidak memahami perasaan pasangan Anda tentang suatu hal. Oleh karena itu, meminta kejelasan dan mencari informasi lebih lanjut jika terdapat kebingungan merupakan salah satu latihan komunikasi pasangan yang direkomendasikan.

  • Jangan ragu untuk bertanya jika Anda punya pertanyaan.
  • Jika pasangan Anda mengatakan sesuatu yang tidak sepenuhnya Anda pahami, dorong mereka untuk menjelaskannya lebih lanjut.
  • Dengan memperoleh konteks percakapan dan memahami pandangan orang lain, Anda dapat bekerja sebagai tim untuk menghilangkan hambatan komunikasi.

5. Berbicara secara bergantian

meningkatkan komunikasi dalam suatu hubungan
Anda tidak dapat berkomunikasi lebih baik dalam hubungan jika Anda berdua berbicara bersamaan

Jika Anda kesulitan berkomunikasi dalam suatu hubungan, perhatikan bagaimana Anda dan pasangan bersikap saat mencoba mengobrol. Terutama, saat mencoba menyelesaikan konflik atau berdebat tentang sesuatu.

Tidak mungkin Anda dapat berkomunikasi lebih baik dalam hubungan jika Anda berdua:

  • Berbicara satu sama lain
  • Tanpa ada yang memperhatikan apa yang dikatakan pihak lain
  • Dengan pendekatan seperti itu, Anda paling baik dapat mengambil 'kata kunci' untuk mendukung argumen Anda sendiri

Meskipun mungkin terasa menyenangkan saat itu, hal itu pasti akan merusak hubungan Anda dalam jangka panjang. Jadi, usahakan untuk bergantian berbicara.

Sebesar apa pun godaan Anda untuk memotong pembicaraan pasangan di tengah kalimat untuk membantah sesuatu yang mereka katakan, dengarkan mereka sepenuhnya sebelum Anda merespons. Mintalah mereka melakukan hal yang sama ketika giliran Anda berbicara.

Bacaan Terkait: Bagaimana Bereaksi Saat Pasangan Anda Mengatakan Hal-Hal yang Menyakitkan?

6. Tetapkan batasan yang tidak bisa dilanggar

Pasangan yang saling menyalahkan atau saling mencaci-maki adalah tanda berakhirnya komunikasi dalam suatu hubungan. Itulah mengapa penting untuk menetapkan batas yang sehat bahwa Anda berkomitmen untuk tidak melanggarnya, tidak peduli seberapa membebani atau menegangkannya situasi tersebut.

Misalnya:

  • Kalian berdua sepakat bahwa menuduh atau memaki keluarga masing-masing hanya demi memenangkan pertengkaran adalah hal yang tidak boleh dilakukan. 
  • Demikian pula, melontarkan komentar sinis tentang karier, nilai-nilai, dan karakter masing-masing harus dihindari dengan cara apa pun. 
  • Jika ada masalah yang berkaitan dengan area ini, Anda perlu belajar membicarakannya dengan nada netral.

7. Tetap berpikiran terbuka

'Kamu selalu melakukan ini.' 'Aku tahu ini akan terjadi.' 'Aku tidak percaya aku mengharapkanmu menjadi lebih baik dari ini.' pernyataan yang menyakitkan Hanya memperparah masalah komunikasi yang sudah ada dalam hubungan. Lagipula, hal itu membuktikan fakta bahwa Anda mendekati suatu masalah dengan prasangka.

Selama persepsi Anda diwarnai bias, Anda tidak akan mampu membangun komunikasi yang sehat dan bermakna dalam hubungan Anda. Itulah sebabnya menjaga pikiran terbuka saat membahas masalah, sekecil apa pun, adalah kunci komunikasi yang baik.

8. Waspadai reaksi dan respons Anda

Kita cenderung berfokus pada orang lain ketika menyelidiki penyebab kurangnya komunikasi dalam suatu hubungan. Peran pasangan dalam menghambat komunikasi. Peran dinamika hubungan Anda sebagai pasangan.

Namun, jika Anda ingin meningkatkan komunikasi dengan sungguh-sungguh, melihat ke dalam diri sendiri adalah bagian penting dari prosesnya. Anda harus 

  • Akui peran Anda dalam menghalangi interaksi positif dalam hubungan Anda 
  • Dan perhatikan reaksi dan respons Anda selama percakapan
  • Sebuah gerakan mata sederhana atau gerakan tangan yang acuh tak acuh dapat menggagalkan usaha dan kemajuan yang telah dilakukan selama berjam-jam

Sebesar apa pun luapan emosi Anda, kendalikan reaksi dan respons Anda. Jaga agar tetap positif sebisa mungkin. Tindakan menahan diri yang sederhana ini dapat sangat membantu mencegah situasi memanas dan mengajarkan Anda seni mengendalikan emosi. bertarung dengan hormat.

Masalah Komunikasi
Masalah Komunikasi

9. Berlatih mendengarkan secara aktif

Kavita mengatakan ketika pasangan kesulitan berkomunikasi dalam suatu hubungan, mereka harus memprioritaskan mendengarkan secara aktif. Selain memberi ruang satu sama lain untuk berbicara secara terbuka, kedua pasangan harus mendengarkan dengan saksama ketika pasangannya berbicara. mendengarkan pasangan Anda dengan lebih baik, Anda menunjukkan bahwa apa yang mereka katakan penting bagi Anda.

Jika selama percakapan ini, Anda mendengar sesuatu yang ingin Anda tanggapi, catat baik-baik dan klarifikasi ketika giliran Anda tiba. Untuk memahami apa yang sebenarnya mereka rasakan dan coba sampaikan, resapi apa yang dikatakan pasangan Anda:

  • Gerak-gerik 
  • Bahasa tubuh
  • Ekspresi

Bacaan Terkait: 9 Cara Tulus untuk Meminta Maaf kepada Seseorang yang Anda Sakiti

10. Berkomunikasi untuk menyelesaikan

Salah satu cara termudah untuk meningkatkan komunikasi dalam suatu hubungan adalah dengan memastikan bahwa Anda berkomunikasi hanya untuk menyelesaikan masalah dan kendala. Bukan untuk memperparahnya. Ketika Anda kembali membahas masalah yang belum terselesaikan, mulailah percakapan dengan pikiran jernih. Singkirkan semua beban yang tersisa dari apa yang dibicarakan sebelumnya.

"Ketika diskusi berpotensi berujung pertengkaran, tunda diskusi untuk hari lain dan mulailah dengan hal lain. Tapi, segera tindak lanjuti."

– Kavita Panyam, Psikolog

Ini adalah cara yang bagus untuk menghentikan pertengkaran yang sama dengan pasanganmu berulang-ulang. Jika meskipun sudah berusaha sebaik mungkin, Anda tidak dapat menemukan jalan keluar untuk menyelesaikan perbedaan, akui bahwa pandangan Anda tentang suatu topik berbeda dan belajarlah untuk hidup berdampingan secara damai.

11. Ucapkan terima kasih kepada pasangan atas kerja samanya

Salah satu latihan komunikasi pasangan yang sederhana namun penting adalah ungkapan rasa terima kasih. Kita sering kali cenderung menganggap remeh pasangan kita dan gagal mengungkapkan penghargaan dan rasa terima kasih atas usaha mereka, meskipun kita merasakannya di dalam hati.

kesulitan berkomunikasi dalam suatu hubungan
Mengungkapkan rasa terima kasih adalah latihan komunikasi pasangan yang efektif.

Jika Anda kesulitan berkomunikasi dalam suatu hubungan dan sudah mulai menunjukkan kemajuan, pastikan untuk berterima kasih kepada pasangan atas perannya. Hal ini akan sangat membantu mereka untuk berusaha sebaik mungkin mengatasi kesenjangan komunikasi tersebut.

Infografis-Isu-Komunikasi

Kecuali jika ada masalah serius yang terjadi, masalah komunikasi dalam hubungan dapat diselesaikan. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan dari kedua pasangan untuk berusaha dan bimbingan yang tepat tentang cara meruntuhkan tembok yang terbentuk akibat riwayat komunikasi yang buruk dalam hubungan.

Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional

Sebagian besar masalah komunikasi dalam hubungan dapat diatasi dengan kesadaran dan latihan. Namun, terkadang, siklus ini menjadi terlalu berulang atau menguras emosi untuk memperbaikinya sendiri. Terapi dapat membantu mematahkan pola-pola ini sebelum mengeras menjadi kebencian atau keterasingan.

Masalah Umum yang Dapat DiselesaikanKetika Terapi Dibutuhkan
Kesalahpahaman sesekaliPerdebatan terus-menerus mengenai topik yang sama
Penarikan sementara saat stresJarak emosional yang terus-menerus atau perlakuan diam
Konflik nada atau waktu yang ringanPenghinaan, kritik, atau makian
Kesulitan mengekspresikan emosiMerasa tidak aman, tidak didengarkan, atau putus asa terhadap perubahan

Jika masalah komunikasi Anda kronis, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari konselor terlatih untuk mencapai terobosan. Bantuan yang tepat hanyalah klik saja.

Pertanyaan Umum

1. Apa yang Anda lakukan ketika Anda memiliki masalah komunikasi dalam suatu hubungan?

Ketika Anda mengalami masalah komunikasi dalam suatu hubungan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami akar permasalahannya. Setelah memahami akar permasalahannya, Anda dapat mulai mengatasinya untuk meningkatkan komunikasiSelain itu, mencoba beberapa latihan komunikasi pasangan dan menerapkan teknik-teknik sehat secara sadar dalam interaksi Anda dengan pasangan dapat membantu.

2. Apa penyebab masalah komunikasi?

Ketidakmampuan membicarakan topik serius atau tidak nyaman, menyembunyikan masalah, mengharapkan pasangan membaca pikiran Anda, kurangnya rasa ingin tahu, mengutamakan memenangkan argumen daripada menyelesaikan konflik adalah beberapa penyebab utama masalah komunikasi.

3. Bagaimana cara memperbaiki komunikasi dalam suatu hubungan?

Anda dapat memperbaiki komunikasi dalam hubungan dengan mempraktikkan mendengarkan secara aktif, berbicara secara bergantian, menggunakan bahasa tubuh yang positif, tidak mengatakan hal-hal yang menyakitkan satu sama lain, dan berfokus pada penyelesaian masalah Anda daripada memperkuat ego Anda dengan memenangkan argumen.

4. Bagaimana cara berkomunikasi yang lebih baik dengan pasangan Anda?

Untuk berkomunikasi lebih baik dengan pasangan Anda, gunakan bahasa yang sederhana dan jelas, jangan menarik kesimpulan atau menaruh kata-kata di mulut orang lain, berikan mereka kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya dan kendalikan reaksi atau gerakan yang tidak menyenangkan.

Cara Menanggapi Perlakuan Diam – Cara Efektif Menanganinya

Bagaimana Membangun Hubungan yang Saling Ketergantungan?

6 Pengalaman Pasangan Tentang Bagaimana Terapi Bicara Membantu Hubungan Mereka

Kontribusi Anda tidak merupakan sumbangan amal donasiIni akan memungkinkan Bonobology untuk terus memberikan Anda informasi baru dan terkini dalam upaya kami membantu siapa pun di dunia untuk mempelajari cara melakukan apa pun.




Menyebarkan cinta
Tags:
Bonobologi.com